Mengoptimalkan waktu di era disrupsi

“You may delay, but time will not.” – Benjamin Franklin

One Family, One Nation, One Garuda Indonesia – Dare to Change ! #CeoQuote

Sebagai insan  pribadi yang baik, kita sebaiknya harus benar-benar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Saat ini, kehidupan kita tengah menuju perubahan menuju tatanan ekonomi baru yang menawarkan kecepatan dan kemudahan didalam hampir semua aspek kehidupan kita. Pemanfaatan waktu yang baik dan bermanfaat akan menggiring kita menuju satu tujuan apakah kita akan menjadi pelaku dan relevan didalamnya, atau tertatih kemudian di tinggalkan.

lari-rio

Dunia hari ini sedang menghadapi fenomena disruption (disrupsi), situasi di mana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja tidak lagi linear. Perubahannya sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru.

Disrupsi menginisiasi lahirnya model bisnis baru dengan strategi lebih inovatif dan disruptif. Cakupan perubahannya luas mulai dari dunia bisnis, perbankan, transportasi, sosial masyarakat, hingga pendidikan. Era ini akan menuntut kita untuk berubah atau punah.

Tidak diragukan lagi, disrupsi akan mendorong terjadinya digitalisasi terutama dampak yang sangat terasa di bidang transportasi hingga memunculkan startup dengan label unicorn di Indonesia. Istilah ‘unicorn’ ini mengacu kepada startup yang memiliki valuasi senilai 1 Miliar dolar Amerika (sekitar 14,9 triliun rupiah, kurs Sep2018) atau lebih. Seperti dilansir Venture Beat, saat ini terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn. Kehidupan baru menimbulkan efek jejaring yang mengubah sifat produksi menjadi nirbatas, kolaboratif, dan serba Seperti dikutip pakar perubahan Prof.DR Rhenald Kasali.

*Tujuan Jelas*

Menurut Buku Master Your Time, Master Your Life Karangan Brian Tracy; Orang-orang sukses memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Semua tertata rapi. Tidak asal jalan. Misalkan suatu saat kita pergi berburu ke hutan. Sesampainya di tengah hutan, kita tutup mata kita lalu kita arahkan anak panah kita ke sembarang arah dan berharap kita bisa mengenai sesuatu, entah itu rusa atau hewan buruan lainnya. Apakah mungkin dengan cara ini kita bisa berhasil mengenai target? Yep. Peluang mungkin ada. Tapi sangat kecil. Tentu hasilnya akan berbeda dengan orang yang mempersiapkan senjatanya sebelum berburu, menentukan target yang ingin ditangkap dan mengarahkan senjatanya ke arah yang tepat. Begitulah kira-kira hidup kita. Jika kita tidak memiliki target, strategi dan misi, maka hidup kita akan hambar dan begitu-begitu saja.

*24jam Sehari*

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp 86.400,- setiap paginya. semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta “uang muka” untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda.

Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa.

*Memanfaatkan waktu dalam pandangan Agama*

Manfaatkanlah 5 perkara sebelum 5 perkara. Jika di masa muda, sehat, kaya, waktu senggang sulit untuk beramal, maka jangan harap selain waktu tersebut bisa semangat. Ditambah lagi jika benar-benar telah datang kematian, bisa jadi yang ada hanyalah penyesalan dan tangisan.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang,:

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara

(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,

(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,

(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,

(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,

(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”

Tentunya memasang target akan mengawal kita agar lebih berhati-hati dalam menghabiskan waktu. Dampak baiknya? Kita akan jadi lebih enggan untuk berleha-leha karena kita sudah memiliki target dan tujuan hidup yang jelas. Bagi kawan-kawan yang muslim, hal ini tentunya juga bisa diaplikasikan dalam urusan akhirat dan amal. Misal: “Saya berangkat Haji bersama Keluarga pada 2028.” (AAMIIN)